Katakepri.com, Tanjungpinang – Wakil Ketua Sementara DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga, berkomentar terkait Direktur Utama dan Direktur BUMD, PT Tanjungpinang Makmur Bersama
yang baru dilantik, untuk melakukan terobosan dalam bidang pembenahan struktur organisasi.
Ade Angga menilai struktur organisasi perusahaan daerah itu cukup gemuk, berdasarkan data yang diterima DPRD, bahwa dalam sebulan pengeluran BUMD mencapai Rp260 juta, Jumlah tersebut digunakan untuk membayar gaji dan tunjangan karyawan.
” Pemasukan dari kerjasama dengan PT Pelindo I Tanjungpinang berkisar Rp250 juta. Ini jelas-jelas tak sebanding dengan yang dikeluarkan,” ujar Ade Angga di Tanjungpinang, Rabu (2/10).
Selama ini, dirinya mengungkapkan bahwa BUMD bergantung pada pasar kemudian kerjasama Bisnis to Bisnis (B to B) antara BUMD dan Pelindo I Tanjungpinang yang hanya menghasilkan setiap bulannya sekitar Rp230 juta sampai dengan Rp250 juta.
Artinya pemasukkan BUMD tidak berimbang dengan pengeluaran. Dan kerjasama dengan Pelindo itu bisa putus kapan saja, karena itu hanya kerjasama Bisnis to Bisnis.
“Maka harus mencari unit usaha baru yang bisa pada akhirnya memberikan peningkatan PAD kepada Kota Tanjungpinang,” ujarnya.
Selain itu, politisi Golkar juga menyarankan supaya BUMD membentuk unit usaha baru untuk meningkatkan pendapatan bagi perusahaan maupun daerah.
Dalam waktu dekat, lanjutnya, DPRD akan memanggil direksi BUMD yang baru dilantik untuk memaparkan program dan sektor bisnis yang akan digarap kedepannya.
Angga mengharapkan sektor bisnis yang akan dipaparkan nantinya tidak hanya berorientasi pada bisnis sembako atau pasar saja.
“Itu usahanya sudah banyak, kalau bisa yang sedikit saingannya. Nanti akan kita lakukan kajian akademisnya bersama-sama dengan BUMD, Tutupnya. (Red)






