5 Pelari Tanjungpinang Naik Podium Dalam Ajang Mandiri International Bintan Marathon

Katakepri.com, Tanjungpinang – Pada Gelaran Mandiri international bintan marathon kali ini lebih dari 3.000 orang dari 37 negara berpartisipasi mengikuti Lomba marathon baik itu kategori elite maupun kategori nasional dan family bertempat di Lagooi Bintan, Minggu (08/09).

Pada ajang bergengsi ini 5 pelari Kota Tanjungpinang baik Putra dan putri berhasil meraih juara pada kategori open nasional 10 k Putra dan putri.

Kelima pelari tersebut Yakni di kategori Putra Govin peringkat 5, dan Ekky peringkat 8. Untuk putri firti suryani peringkat 4, Riska peringkat 5, dan Amanda peringkat 7.
Sementara itu Untuk peringkat 1, 2, dan 3 open nasional baik Putra dan putri dikuasai atlet2 pelatnas dan atlet luar daerah baik pandeglang maupun Sumatra utara.

Saat di hubungi setelah penyerahan hadiah firti suryani bersyukur karena masih bisa mendapatkan juara di ajang MIBM ini.

“Alhamdulillah masih bisa mendapatkan juara”.Ucapnya.

Dan diakuinya banyak Pelajaran yg di dapat nya di ajang bintan marathon ini Terutama setelah melihat kemampuan atlet2 Pelatnas.

“6 km pertama masih bisa mengimbangi setelah itu atlet2 pelatnas menggunakan pengalamannya hingga Saya ketinggalan Dan itu menjadi motifasi Saya Untuk lebih keras berlatih. Ungkapnya”.

Sementara itu Govin juga tidak menyangka masih bisa masuk dalam top 10 kategori open nasional Putra yang cukup berat persaingannya hingga garis finish.

“Saya hanya fokus berlari agar selalu berada di kelompok terdepan, Dan syukur bisa berada di peringkat 5 karena atlet2 luar yang rata-rata sudah berpengalaman kemampuan nya luar biasa. Turutn

Govin, Sri, ekky dan Amanda merupakan atlet-atlet binaan club Mekar Jaya atletik Tanjungpinang di bawah pelatihan Edi Sas. Sementara firti suryani merupakan atlet perorangan yang tidak memiliki club dan hanya di bantu pelatihan oleh silvi dan Irwan.

“Syukur saya masih bisa di latih oleh abang dan kakak Saya di setiap event yg akan Saya ikuti”. ucapnya.

dan fitri mengungkapkan alasan mengapa tidak bergabung dengan club dan tidak bisa mengikuti program latihan dikarenakan waktu kerja dari pagi hingga ke malam.

“maklum pak saya kerja di toko jadi waktu latihan saya kalau ikut club engga ada. Ujarnya kepada awak media.

Di akhir perbincangan Firti berharap pemerintah Kota Tanjungpinang baik itu melalui Dispora Kota atau KONI maupun PASI bisa mensupport dan membimbing mereka yg berasal dari club maupun perorangan seperti dirinya.

Dikatakannya lagi selama mengikuti event-event lari yang sangat terasa adalah biaya pendaftaran yang cukup besar bagi mereka sebab menggunakan biaya sendiri walaupun membawa nama Kota Tanjungpinang. (Red)