Simon Menilai E-Money Diperlukan Saat Ini, Namun Harus Tetap Mengedepankan Kearifan Lokal

Katakepri.com, Tanjungpinang –Anggota DPRD Kota Tanjungpinang dari fraksi partai Golongan Karya (Golkar) Simon Awantoko menilai e-money tetap diperlukan demi efisiensi, transparansi dan akuntabilitas namun harus tetap mengedepankan kearifan lokal.

Alasannya mengatakan e-money di pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) saat ini diperlukan karena, menurutnya teknologi tidak lagi menjadi sebuah kebutuhan sekunder melainkan kebutuhan primer, dengan kata lain, apapun yang kita lakukan saat ini pasti akan berhubungan dengan teknologi.

“Dalam arus informasi yang serba digital ini kita tidak bisa menghindar dari arus kuat teknologi Informasi, semua kebutuhan sandang pangan pun sudah dalam genggaman,” tulis Simon di pesan WhatsAppnya kepada awak media ini, Kamis (02/08) sore.

Simon mengatakan, bahwa teknologi membuat dunia serasa seperti dalam genggaman, hal itu juga berlaku kepada e-money.

“Mau tak mau kita pasti kesana, hanya masalah waktu saja, cuma kita harus mengerti bahwa tidak semua masyarakat mengerti hal ini, pengertian ini lah yang diperlukan Pelindo, artinya Pelindo harus mengerti dan paham bahwa tdk semua masyarakat sudah sadar akan cepatnya teknologi itu, masih ada sebagian masyarakat yang perlu sistem manual seperti yang lama,” ujar Simon.

Kata Simon Pelindo sangat perlu melakukan edukasi terus menerus. Seperti, memberikan toleransi kepada masyarakat pulau yang hanya melewati SBP sekali jalan dengan membayar pass seperti biasa.

“Pelindo dan bank terkait juga sangat perlu memberikan system refund agar masyarakat bisa mengambil saldo yg ada di kartu e-money itu,” ucap Simon

Melalui WhatsApp Simon juga mengakui bahwa Pelindo saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan 5 Tahun lalu.

“Sebagai anggota DPRD kota Tanjungpinang, kita tetap berpihak kepada rakyat, pelayanan Pelindo harus tetap mengutamakan keamanan, kenyamanan serta tidak membebani masyarakat,” pungkasnya. (Angga)