Katakepri.com, Tanjungpinang – Sidang Paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Ranperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kota Tanjungpinang Tahun Anggaran 2017, di Kantor DPRD Senggarang, Rabu (18/07) pagi berlangsung sukses.
Rapat Paripurna dipimpin lagnsung ketua DPRD Kota Tanjungpinang Suparno, dihadiri Pejabat Walikota Tanjungpinang, Raja Ariza, dan dikuti para anggota DPRD serta Fkpd Kota Tanjungpinang.
Simon Awantoko dari fraksi partai Golongan Karya (Golkar) saat membacakan Pidato penyampaian pandangan umum (Pandum) fraksi-fraksi terhadap Ranperda pertanggung jawaban pelaksanaan APBD 2017, menilai, penghitungan target anggaran yang di lakukan Pemerintah Kota Tanjungpinang sudah mulai membaik.
Oleh sebab itu, dalam Pidatonya Simon menyarankan Pemko untuk tetap memegang prinsip kehati-hatian dalam menjalankan prioritas anggaran demi kesejahteraan Masyarakat.
“Prioritas masyarakat disini contohnya seperti, pendidikan, kesehatan, masyarakat kelas bawah, perbantuan terhadap nelayan-nelayan di pesisir yang masih banyak memerlukan perhatian,” kata Simon dalam Pidatonya.
Dalam hal ini, Simon juga membeberkan buruknya pengelolaan APBD akibat Pemerintah Daerah yang kurang memahami pengelolaan APBD secara benar.
“Pengelolaan anggaran secara benar tampaknya kurang di pahami oleh pemerintah daerah,” sebutnya
“Terlihat dari banyaknya kasus kebijakan pemerintah Tanjungpinang yang tidak mempunyai tujuan,” sambung Simon.
Hal tersebut kata Simon, dapat dinilai dari kegiatan fisik dan infrastruktur yang menguras banyak anggaran yang tidak terlihat dampak keuntungannya bagi perekonomian.
“Pengelolaan APBD yang tidak efisien salah satunya, karena pemerintah tidak mampu memberikan stimulus bagi perekonomian,” ujarnya.
Simon dalam sesi pidato akhirnya berharap agar Pemko Tanjungpinang tetap menjaga stabilisasi anggaran dengan tidak melakukan pemborosan.
“Karena banyak kepentingan rakyat yang harus di prioritaskan,” pungkasnya. (Angga)