katakepri.com, Jakarta – Daerah di pinggir Semarang ini terkenal akan kebun kopinya. Pengunjung bisa berwisata keliling kebun kopi sebelum menikmati seduhan kopi Banaran yang harum.
Di Kampoeng Kopi Banaran, Semarang, Anda bisa keliling kebun kopi sambil menikmati pemandangan alam. Dengan menaiki mobil wisata, Anda akan diajak keliling kebun seluas 400 hektar ini ditemani pemandu yang siap menjelaskan segala hal tentang kopi.
Pohon kopi di kebun Banaran. Kopi di sini panen setahun sekali pada bulan Agustus/Foto: Devi S. Lestari / detikFood |
Menurut Mardiono, pemandu wisata, hamparan pohon kopi robusta ditanam di ketinggian 50 mdpl. “Di sini hanya kebun kopi, pabrik kopinya ada di Banaran, kalau dari sini ke arah Magelang,” jelas Mardiono.
Baca juga : Kota Semarang Jadi Pilihan ‘Jelajah Gizi’ untuk Promosikan Pangan Lokal
Pria ramah ini juga menjelaskan, biji kopi di kebun ini dipanen setahun sekali tepatnya pada bulan Agustus. Biji kopi produksi kebun ini bukan untuk dipasarkan di Indonesia, jadi jangan heran jika sulit menemukan kopi produksi Banaran.
Mardiono menjelaskan, biji kopi yang sudah siap akan langsung dikirim ke Amerika dan Italia.
Secangkir kopi Banaran yang target pasarnya adalah Amerika dan Italia/Foto: Devi S. Lestari / detikFood |
Prosesnya cukup panjang, kopi yang sudah dipanen akan dikirim ke pabrik untuk diolah hingga dipanggang. Setelah biji kopi sudah siap, barulah semua diekspor.
Selain melihat kebun kopi, mobil wisata ini juga mengajak pengunjung melihat kebun cokelat, kebun buah hingga pemandangan Rawa Pening yang terhampar luas.
Jika musim panen, pengunjung diperbolehkan memetik dan mencoba sendiri buah kopi yang matang. Untuk bisa mengambil paket tur kebun kopi ini Anda harus membayar Rp 75 ribu untuk satu mobil wisata berkapasitas 5-6 orang.
Kopi Banaran yang bisa dibeli dan dijadikan oleh-oleh/Foto: Devi S. Lestari / detikFood |
Baca juga : Cari Oleh-oleh Khas Semarang? Ini 5 Rekomendasinya
Usai keliling kebun kopi, Anda bisa langsung mencicipi secangkir kopi Banaran yang nikmat. Rasa kopinya cenderung asam dan pahit. Sluuuurp!
Di lokasi wisata ini Anda juga bisa bersantai sambil makan bersama keluarga di restoran di sekitar kebun. Buat yang mau membawa oleh-oleh, ada toko yang menawarkan kopi, teh hingga makanan ringan khas Semarang.(Red)

Pohon kopi di kebun Banaran. Kopi di sini panen setahun sekali pada bulan Agustus/Foto: Devi S. Lestari / detikFood
Secangkir kopi Banaran yang target pasarnya adalah Amerika dan Italia/Foto: Devi S. Lestari / detikFood
Kopi Banaran yang bisa dibeli dan dijadikan oleh-oleh/Foto: Devi S. Lestari / detikFood




