Mayoritas Orang Indonesia Bisa Akses Internet Seharian

katakepri.com, Jakarta – Dari 143,26 juta pengguna internet Indonesia, mayoritas bisa berselancar di dunia maya seharian. Itu menandakan bahwa orang-orang mulai sering beraktivitas di internet.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengatakan masyarakat yang tiap hari internetan sampai seharian mencapai 65,98%. Sedangkan untuk durasi penggunaan internet per minggu untuk 1-3 hari ada 13,90%, 0-1 hari ada 10,46%, dan 4-6 hari ada 9,66%.

Sementara bila ditarik lebih sempit lagi, tepatnya durasi penggunaan internet per hari, maka ditemukan orang Indonesia yang getol internetan selama 1-3 jam itu mencapai 43,89%. Lalu, yang mengakses internet sekitar 4-7 jam ada 29,63% dan yang lebih dari tujuh jam ada 26,48%.

Mayoritas Orang Indonesia Bisa Akses Internet SeharianFoto: detikINET/Agus Tri Haryanto

Berbicara tahun awal mengakses internet, tiap tahun mengalami peningkatan. Responden yang menjawab sebelum 2006 ada 9,24% , tahun 2010-2007 ada 25,04%, tahun 2013-2011 ada 28,61%, dan 2016-2014 ada 37,12%.

“Sejak kapan orang Indonesia menggunakan internet? Ternyata, mayoritas baru-baru saja,” kata Sekjen APJII Henri Kasyfi yang memaparkan survei internet 2017 oleh APJII di Jakarta, Senin (19/2/2018).

APJII juga mencoba menanyakan mengenai persepsi harga jual internet dari para penyedia layanan internet mobile dan fixed line.

Mayoritas Orang Indonesia Bisa Akses Internet SeharianFoto: detikINET/Agus Tri Haryanto

Berdasarkan pengguna internet Indonesia ini menganggap harga jual internet mobile masuk kategori biasa, di mana ada 56,77% responden yang mengatakan hal tersebut. Kemudian yang bilang mahal ada 23,36% dan menyatakan murah ada 19,87%.

Hal yang sama juga ditemukan harga jual internet pada layanan fixed line. Ada 46,00% pengguna internet menyatakan harganya biasa, mahal ada 32,00%, dan murah ada 22,00%.

Mayoritas Orang Indonesia Bisa Akses Internet SeharianFoto: detikINET/Agus Tri Haryanto

APJII menyebutkan survei internet tahun 2017 menggunakan teknik sampelnya multi stage cluster sampling, yakni wilayah Indonesia dibagi jadi tiga kateogori, yaitu urban, rural-urban, dan rural. Setidaknya survei ini melibatkan 2.500 responden dengan margin of error +- 1,96% dan level of confidence 95%. Pengumpulan data ini melalui wawancara dengan bantuan kuisioner.

Dalam survei internet 2017 ini, APJII mengaktegorikan urban sebagai wilayah administratif yang sebagian besar Produk Domestik Bruto (PDB) berasal dari sektor non-pertanian, rural-urban adalah wilayah administratif yang besar PDB seimbang berasal dari sektor pertanian dan non-pertanian, serta rural adalah wilayah administratif yang sebagian besar PDB yang berasal dari sektor. (Red)

Sumber ; Detik.com