Pangdam Rekomendasikan Pengembangan Pariwisata Historis di Batam

katakepri.com, Batam –¬†Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayor Jenderal TNI Cucu Somantri merekomendasikan pengembangan pariwisata sejarah untuk Kota Batam. Hal ini disampaikan Cucu saat menghadiri acara Ulang Tahun International Ferry Terminal Batam Centre ke-14, Selasa (8/8).

“Saya setuju dengan kebijakan Pak Wali (Walikota Batam) yang ingin mengembangkan pariwisata. Apalagi Batam berbatasan dan punya nilai historis. Seperti pengungsi Vietnam yang sekarang sudah banyak menjadi orang kaya. Di Australia mereka jadi konglomerat. Mungkin bagaimana strategi kita mengundang mereka. Itu salah satu yang bisa kita jual,” kata Cucu.

Ia sepakat pengembangan pariwisata di Batam karena jika terus dibangun pabrik, kasihan lingkungannya. Apalagi sifat industri yang fluktuatif.

Sedangkan pariwisata kecenderungannya terus meningkat. Contohnya Raja Ampat yang lokasinya jauh, tapi terus dikunjungi wisatawan. Apalagi Batam yang posisinya di perbatasan dan mudah dijangkau.

Namun sebagai aparat pemerintah yang memiliki tugas pokok di bidang pertahanan, Cucu mengingatkan Walikota Batam tentang pintu masuk negara. Posisi Batam yang strategis, berbatasan langsung dengan negara luar, di satu sisi banyak jalan tikus. Titik tak resmi ini dikhawatirkan menjadi pintu masuk narkoba ke Indonesia.

“Jaringan narkoba ini sudah sistematis, masif, untuk melumpuhkan generasi muda dan alat pertahanan negara. Batam ini daerah yang patut kerjasama lebih besar lagi. Ini saya titip betul,” ujarnya.

Walikota Batam, Muhammad Rudi pada kesempatan tersebut menyampaikan keinginannya untuk mengembalikan perputaran ekonomi melalui penggiatan pariwisata.

“Kalau satu orang ke Batam bawa Rp 5 juta, kali 3 juta pengunjung, berapa perputaran uang di Kota Batam ini,” kata Rudi.

Ia menargetkan pada 2019 mendatang Batam betul-betul bisa menjadi kota pariwisata. Dengan begitu pelabuhan internasional pun bisa kembali ramai seperti biasanya.

“Perputaran uang Kota Batam hari ini tidak seperti biasanya. Industri sebagian sudah tutup. Hampir separuh sudah hilang. Harus kita kembalikan dengan pengembangan kota pariwisata,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Rudi menyampaikan terima kasih kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah yang ada di Batam. Khususnya unsur keamanan yakni TNI dan Polri. Karena atas dukungan semua pihak proses pembangunan infrastruktur di Batam berjalan lancar tanpa ada kendala berarti.

Direksi PT Siinergy Tharada, Dudi Riswan selaku pengelola pelabuhan Batam Centre mengatakan rangkaian ulang tahun sudah berjalan sejak 6 Agustus lalu. Kegiatan yang dilakukan antara lain hiburan untuk pengguna jasa pelabuhan, serta pertandingan dan perlombaan untuk pekerja di lingkungan pelabuhan.

“Selama 14 tahun ini kami selalu berikan yang terbaik. Meski masih ada kekurangan di sana sini. Kekurangan ini kami jadikan motivasi dalam meningkatkan pelayanan bagi seluruh pengguna jasa pelabuhan Batam Centre,” kata Dudi. (Red/Hum)