Bukti Keluarga Bermasalah Bisa Cetak Anak Sukses

katakepri.com – Bisnis dimulai tak hanya karena ide yang bagus, melainkan juga ambisi pebisnis itu sendiri. Pionir Lean Startup yang juga profesor dari Stanford University,  Steve Blank mengatakan kesuksesan bisnis terletak pada make-up psikologis penciptanya.
Dia mengamati CEO perusahaan perintis besar di Silicon Valley. Blank menemukan beberapa hal sama dari mereka, yaitu semangat, kegigihan, dan ketenangan luar biasa di tengah kekacauan

kehidupannya, termasuk keluarga.
Kebanyakan dari CEO sukses di Silicon Valley biasanya berasal dari keluarga bermasalah (broken home), atau keluarga tidak proporsional. Blank pertama kali berteori tentang keluarga yang disfungsional pada 2009.

Sebagian orang yang sukses dalam pekerjaan membangun perusahaan mereka sendiri berasal dari lingkungan rumah tangga yang penuh konflik, disiplin, keras, dan sangat sedikit memperoleh cinta. “Anak-anak sukses itu dibesarkan dalam keluarga disfungsional. Beberapa pengalaman yang mereka alami sejak masa kanak-kanak, hingga mereka mampu fokus serta berani mengambil keputusan dalam hidup meski menjalani perselisihan keluarga,” kata Blank, dilansir dari Psych Central.

Anak-anak dari keluarga bermasalah beberapa diantaranya besar dengan kemampuan tajam dan terampil. Otak mereka bagaikan kabel pertahanan. Modal pebisnis sukses itu bukan hanya pendidikan tinggi, namun ketahanan diri dan kekuatan emosional.

Anak bisa menjadi pengusaha sukses meski dibesarkan dalam keluarga bermasalah jika:

Bertahan di tengah aturan ketat
Keluarga bermasalah biasanya menerapkan serangkaian aturan ketat. Anak yang dibesarkan di lingkungan ini biasanya mempunyai pemikiran yang out of the box.

Melawan segala rintangan
Pemimpin atau pebisnis yang dipelihara di lingkungan rumah tangga berantakan akrab dengan hidup yang keras, bahkan kondisi tidak kondusif. Anak terbiasa menyelesaikan masalahnya sendiri dan melawan segala rintangan untuk sukses.

Urgensi kuat
Anak yang hidup dalam keluarga berantakan biasanya memiliki semangat yang berapi-api. Ini berdampak positif di dunia kerja. Anak juga tak perlu diberi tahu apa yang harus dilakukan atau bagaimana melakukannya. Anak bisa bekerja sendiri dan menyelesaikannya.

Bekerja di tengah kekacauan
Tenggat waktu, tuntutan kerja, tak satu pun ini berdampak negatif pada anak yang dibesarkan di tengah keluarga berantakan. Ini karena mereka bisa menjadi sosok tabah dan tenang. Ketika orang-orang di sekitarnya stres bekerja, anak keluarga bermasalah justru mampu melawan stres dan tetap melangkah ke depan.

Membaca situasi dan kondisi
Anak yang dewasa di tengah keluarga berantakan biasanya memiliki  kecerdasan emosional yang baik. Dia bisa membaca situasi dan kondisi, juga mudah berbaur dengan investor, anggota dewan direksi, karyawan lama, karyawan baru. Itu karena mereka bisa mengukur setiap tindakannya.

Sumber : republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here